MECHANICAL LICENSE VS SYNC LICENSE: BAGAIMANA MENDAUR ULANG LAGU SECARA LEGAL

Cover Song History, courtesy of LimeLight

Cover Song History, courtesy of LimeLight

Jauh sebelum merilis album pertama, banyak pertanyaan di kepala soal bagaimana meminta izin untuk mendaur ulang lagu idola kita. Semuanya mau di-cover!

But, who doesn’t?

Selama ini kebanyakan dari kita nggak menyadari kalau ada yang namanya Mechanical License yang bisa membebaskan kita untuk mendaur banyak lagu-lagu yang dipublikasikkan oleh music publisher asal Amerika Serikat seperti ASCAP (The American Society of Composers, Authors and Publishers), BMI (Broadcast Music, Inc), SESAC (Society of European Stage Authors and Composers), dan masih banyak lagi. Mechanical License adalah hak lisensi atau hak terkait untuk merekam dan menjual lagu daur ulang atau cover song melalui rekaman CD, vinyl, dan digital download. Sudah dapat solusinya?
Kamu boleh lega karena sekarang udah ada mechanical license, tapi kamu juga harus tau syarat dan ketentuannya sebelum mendaftarkan lagu-lagu yang pengin didaur ulang lewat beberapa perusahaan penyedia mechanical license seperti The Harry Fox Agency dan LimeLight.

Harry Fox Agency, salah satu online mechanical license provider

Apa itu Mechanical License?

Mechanical License adalah hak lisensi atau hak terkait untuk memproduksi kembali dan mendistribusikan komposisi musik atau lagu—yang bukan public domain atau hak cipta yang telah menjadi milik publik—melalui phonorecords seperti misalnya CD, rekaman, kaset, ringtone, dan digital download. Seiring teknologi berkembang, kita menjadi semakin mudah untuk mendapatkan akses apa saja. Termasuk ke dalam industri musik internasional yang sebelumnya sangat susah dijangkau oleh orang-orang yang tidak memiliki kaitan sekalipun dengan industri tersebut. Mechanical license provider yang beroperasi secara online ini setidaknya meringankan kalangan pelajar atau mahasiswa, aktivis gereja, indie label, dan tentunya band-band dan artis-artis yang ingin mendaur ulang musik artis atau band tertentu.

Format yang ditawarkan The Harry Fox Agency dan LimeLight,untuk mendapatkan hak lisensi tersebut umumnya berbentuk fisik seperti CD atau DVD, Digital Download (via iTunes, Amazon MP3, Spotify, dsb), interactive streaming, dan ringtone. Cara daftarnya gampang banget, kayak kita daftar Facebook aja!

iTunes, salah satu content provider yang berbasis di Amerika Serikat

Sebelum mendaftarkan lagu yang pengin di-cover, sebaiknya kamu perkirakan dulu mau mengajukan berapa unit yang ingin dijual. Misalnya; kamu pengin mengajukan lagu Lady Gaga yang Bad Romance versi rekaman kamu untuk dijual secara digital download, kamu mau jual berapa unit batasannya? 100 unit mp3? atau 200 unit mp3? Jadi, sistemnya akan pre-paid royalti. Dan kamu cuma bisa menjual lagu daur ulang kamu sejumlah unit yang kamu ajukan. Setelah mencapai batasnya, kamu tidak bisa menjualnya lagi. Jika kamu ingin memperpanjangnya lagi, kamu bisa mendaftarkan ulang lagu tersebut dengan mendapatkan diskon yang biasanya setengah harga (ternyata hal ini berlaku di LimeLight dengan sebutan Service Fee Discount!)

Untuk info tambahan, biaya pre-paid royalti kepada music publisher tentunya berbeda dengan biaya pembebasan lisensi yang diminta sebesar kurang lebih $15 per lagu. Karena perusahaan-perusahaan mechanical license provider ini bergerak di negara Amerika Serikat, maka hukum yang diterapkan pun harus mengacu kepada standar royalti fee music publisher. Berdasarkan Library Congress, berikut ini daftar jumlah royalti yang akan didapatkan oleh music publisher dan kamu nantinya.

Produk fisik seperti CD, vinyl, kaset) dan Digital Download (MP3):

o Untuk rekaman di bawah 5 menit, $0.091 atau 9.1 sen per lagu.
o Untuk rekaman mulai dari 5 menit atau lebih, $0.0175 per menit, atau 1.75 sen.
o Untuk Ringtone, $0.24 per unit atau 24 sen, tidak ada batasan durasi.
o Untuk Interactive Streaming, $0.01 atau 1 sen, tidak ada batasan durasi.

Begitu juga dengan royalti yang akan didapatkan oleh pihak penerbit lagu yang kamu ajukan, akan mendapatkan jumlah royalti yang sama, hanya saja perhitungannya menjadi:

Misalnya, 200 unit x $0.091 = $18.2, jadi ini adalah royalti yang didapatkan oleh music publisher tersebut.

Sedangkan kamu harus membayar lisensi lagu dan pre-paid royalty dengan hitungan seperti ini:
Misalnya, $15 + (200 unit x $0.091) = $33.20.
Oh iya, jangan lupa buat akun PayPal! Semua royalti cairnya akan lebih mudah kalo lewat PayPal.

Selebihnya, royalti yang kamu dapatkan dari hasil penjualan nantinya akan dikalkulasikan berdasarkan kesepakatan dari MP3 content provider seperti iTunes, Amazon MP3, Spotify, dan sebagainya. Tentunya dengan mengacu kepada standar dari Library Congress. Untuk detail soal royalti yang akan kita dapatkan, tidak ada penjelasan yang pasti tentang royaltinya. Karena setiap content provider memiliki kebijaksanaan yang berbeda-beda.

Biasanya, proses pengajuan lisensi ini akan memakan waktu sekitar 10 sampai 15 hari kerja. Selama menunggu, jangan rekam lagunya dulu, ya! Shit happens all the time, dan kita nggak mau kan kecewa gara-gara udah capek bikin lagunya secara maksimal, ternyata gagal dapat lisensinya. Sekalipun perusahaan-perusahaan tersebut menjanjikan sekali kelihatannya.

Apa bisa menjadi International License? Ada kabar buruk dan kabar baik. Pertama, kabar buruknya mechanical license provider yang sudah ada nggak bisa memberikan lisensi internasional. Agen-agen seperti The Harry Fox Agency, LimeLight, dan CDBaby memperbolehkan kita untuk menjual lagu-lagu daur ulang hanya di Amerika Serikat beserta negara-negara bagiannya. Bagaimana kalo kita mau jual lagu-lagu kita di Melon Music, Nokia Music Indonesia, dan content provider dari Asia? Kalau perusahaan itu ada di bawah kontrol perusahaan di Amerika Serikat, masih bisa. Tapi kalau tidak, sepertinya kamu harus meminta izin ke music publisher atau label secara langsung. Kalau kamu ragu, kamu bisa tanya langsung ke content provider yang bersangkutan. Kabar baiknya, iTunes, Beatport, Amazon MP3, dan beberapa content provider lainnya yang berada di bawah nama perusahaan Amerka Serikat masih bisa menerima lagu-lagu daur ulang kamu. Apalagi kalau kamu sudah mendistribusikan mp3 lagu-lagu kamu lewat perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, sebut saja CDBaby dan TuneCore. Jadi, sepertinya nggak masalah kalau mau memasarkannya lewat perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Pantesan, lagu-lagu cover yang dijual oleh banyak artis YouTube seperti Boyce Avenue, Madilyn Bailey, Jake Coco, dan sebagainya selalu dijual dalam digital download di iTunes. Karena hal ini memudahkan mereka untuk mendistribusikannya dengan jumlah unit yang telah diajukan. Karena jika ingin menjualnya di luar Amerika Serikat, dengan catatan menjual rilisan fisik berupa CD atau DVD, kamu harus meminta izin langsung kepada music publisher yang mewakili negara di mana kamu akan menjualnya. Di sisi lain, kamu lebih praktis untuk mendistribusikannya secara digital lewat penyedia jasa distribusi mp3 seperti TuneCore, CDBaby, dan sebagainya yang akan mendistribusikannya lewat content provider berbasis di Amerika Serikat seperti iTunes, Amazon MP3, Beatport, Rhapsody, Google Play Music, dan sebagainya. FYI, iTunes Store Indonesia masih di bawah kontrol iTunes Store Amerika Serikat, jadi sepertinya tidak akan ada masalah jika kita mendistribusikannya lewat iTunes.

Sam Tsui, salah satu penyanyi daur ulang terpopuler di YouTube

Sam Tsui, salah satu penyanyi daur ulang terpopuler di YouTube

Apa itu Sync License?

Dan sebelum kamu membuat video klip ala-ala Boyce Avenue, Sam Tsui, Madilyn Bailey, Jake Coco, dan beberapa artis YouTube lainnya… ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti Sync License. Sync License atau Synchronization License adalah hak lisensi atau hak terkait untuk menggunakan musik dari pencipta lagu atau artis tertentu baik lewat tayangan audio-visual maupun sekedar audio saja (diputar atau dimainkan) di berbagai medium mulai dari rekaman video, film, acara TV, sampai area publik seperti restoran, kafe, bar, dan sebagainya.

Jake Coco dan teman- teman, salah satu pendaur ulang lagu-lagu populer yang banyak dilihat di YouTube.

Madilyn Bailey juga ikut tenar karena mendaur ulang lagu-lagu populer di YouTube

Jadi, YouTube yang selama ini setia banget ngasih liat video-video dari seluruh penjuru dunia itu ternyata punya aturan juga dalam mendistribusikan video-video dari penggunanya. Sesuai dengan perjanjian YouTube dengan banyak penerbit musik di seluruh dunia, YouTube tidak memiliki hak untuk bebas menampilkan semua video. Musik-musik yang sudah mendapatkan sync license dari music publisher seperti ASCAP, BMI, SESAC, dan PROs lainnya(Performance Right Organizations) telah mengatur hak terkait synchronization atau sync yang mengatur karya musik dari sebuah band atau artis tertentu tidak bisa sembarangan ditampilkan lewat medium seperti rekaman video, film, acara TV, sampai are publik tanpa izin dari pihak music publisher yang bersangkutan. Memang terkesan ribet ya, karena belum ada online sync license provider sampai saat ini, bahkan LimeLight pun sedang berusaha mencari solusinya di masa yang akan datang. Satu-satunya cara adalah mengajukannya langsung ke music publisher atau bertanya kepada label yang bersangkutan. Mereka juga berhak untuk memasang harga. Denger-denger dari pernyataan seorang music lawyer Sue Basko, biasanya rate-nya sekitar $15 atau $20, dan mungkin label tersebut bisa saja meminta royalti yang lebih semau mereka. Karena mereka yang bebas menentukan. Dan belum tentu juga, kita akan mendapatkan persetujuan walaupun kita punya uang banyak.

Gimana kalau kita tetap ngotot mau merilis video cover song di Youtube?

Hmmm… Bisa aja sih. Tapi menurut music lawyer Sue Basko, mungkin ada kemungkinan-kemungkinan yang bakal kamu hadapi di kemudian hari, salah satunya adalah:

1. Kamu dituntut oleh music publisher yang bersangkutan karena telah menyalahgunakan konten. Tuntutannya bisa ratusan ribu sampai jutaan dollar lho… itu duit bisa dipake buat beli Martabak Toblerone seumur hidup yang jualan… atau bisa beli lagu-lagunya Rick Nowels, Richard Stannard, Kara DioGuardi, C. Midnight, ABSOLUTE, John Shanks, Tore Johansson, dan lain-lain.

2. YouTube akan menurunkan videomu karena sudah melanggar aturan Sync License. Nanti akan muncul sebuah peringatan dari YouTube tentang videomu yang telah dihapus.

3. Kamu bisa posting video cover song kamu dengan cara mencantumkan judulnya bahwa itu cover song dari artis tertentu dan jangan lupa berikan link download iTunes dari artis asli yang memiliki lagu itu di video description setelah link download lagu daur ulang kamu sendiri. Jangan lupa juga mencantumkan credits siapa yang menyanyikan lagu itu aslinya, pencipta lagunya siapa, label dan music publisher-nya siapa. Mudah-mudahan saja label dari si artis yang asli akan berpikir kalau kamu membantu penjualan mereka.

4. Label sering membiarkan video cover song yang tidak memiliki izin Sync License untuk tetap berada di YouTube karena mereka berpikir bahwa ini akan menjadi sebuah publisitas yang baik. YouTube pun berpikir kalau fenomena cover song video menarik minat dan perhatian orang banyak di dunia dan telah menjadi batu loncatan orang-orang untuk mendapatkan perhatian dari dunia hiburan. Lagi pula, hitung-hitung promosi gratis kan untuk si artis asli dan labelnya juga…

Hal ini menjawab kenapa masih banyak cover song video yang tidak memiliki Sync License tapi masih bisa ditonton di YouTube. Semoga info ini dapat berguna untuk kamu yang mau memulai mendaur ulang lagu-lagu kesayangan kamu! Mohon maaf kalau ada kesalahan-kesalahan di dalam artikel ini karena aku pun masih belajar meriset mechanical dan sync license ini. Kalau ada saran dan kritik, feel free to give a comment or a question. I will try to answer it later.

Kalau suka sama artikel ini, please please please do me a favor! Bantu sebarkan link atau tautan artikel ini di Facebook dan Twitter atau berikan tautan artikel ini kepada teman-teman, kakak, adik, ayah, ibu, sepupu, dan kerabat kantor yang kamu sayangi. Kalau mau sharing dan diskusi (tapi jangan berdebat, ya) atau mau keep in touch di social media, bisa follow Twitter aku di bawah ini. Karena aku bakal sering cuap-cuap dan bridging mengenai artikel-artikel selanjutnya di website ini!

Twitter: @Darryl_Wezy
Facebook: http://facebook.com/darrylwezy
Soundcloud: http://soundcloud.com/darrylwezy

Stay Creative!

Wezy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *